Sinematografer
Sinematografer
Sinematografi merupakan
sebuah ilmu terapan menggenai teknik menangkap gambar dan sekaligus
menggabung-gabungkan gambar tersebut. Sehingga menjadi rangkaian Gambar yang
memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita atau bisa juga disebut sebagai
editing. Secara garis besarnya Sinematografi itu sendiri bararti kamera untuk
pengambilan gambar atau shooting, dan alat yang digunakan untuk memperoyeksikan
gambar-gambar film. Sedangkan sinema diartikan sebagai gambar hidup, film, atau
gedung bioskop. Film merupakan produk atau buah karya dari kegiatan
sinematografi. Film sebagai karya sinematografi merupakan hasil perpaduan
antara kemampuan seseorang atau sekelompok orang dalam penguasaan teknologi, seni,
komunikasi, dan manajemen berorganisasi. Nah sampai
disini apakah bisa dipahami atau dapat gambaran tentang senematografi ?, jika
gagal paham. Baca ulang secara perlahan namun jika belum juga, mungkin anda
membutuhkan hiburan karena kesibukan anda. Ok jika sudah siap lanjut sinematografer.
Maka oleh
karena itu Seorang yang menekuni bidang sinematografi disebut sebagai Sinematografer. Sinematografer adalah orang
yang bertanggung jawab semua aspek Visual dalam pembuatan sebuah film. Dengan memperhatikan
dengan teliti dan membutuhkan kecermatan yang Mencakup seperti Interpretasi
visual pada skenario, jenis Kamera dan pemilihan lensa, lighting dan jenis
lampu yang sesuai dengan konsep serta Cerita dalam skenario. Oleh karena itu seorang
sinematografer bertanggung jawab baik secara teknis maupun Tidak teknis di
semua aspek visual dalam film.
Selain
itu seorang Sinematografer harus mendukung visi dari sutradara dan skenario,
karena bagaimanapun yang akan di sampaikan ke pada penonton Adalah semua
informasi dalam bentuk Visual yang sesuai Sinematografer sering juga disebut
sebagai kepala bagian departemen kamera, departemen pencahayaan dan Grip Departement untuk itulah Sinematogrefer sering juga disebut sebagai Director of
Photography atau disingkat menjadi DOP. Di Indonesia terdapat banyak
sinematografer yang sangat ahli di bidangnya mulai di era jaman now sampai era jaman
old. Salah satu legenda sinematografer Indonesia yaitu.
Max Tera,
lahir pada tanggal 25 Oktober 1920 di Madiun, Jawa Timur. Sekitar tahun 1948,
saat Revolusi Nasional Indonesia, Tera bergabung dengan perusahaan produksi
film South Pacific Film Corporation milik Belanda yang merupakan. Tempat ia
belajar sinematografer dari kameramen Belanda, AA Denninghoff-Stelling. Di
South Pacific, Tera bekerja sebagai asisten sinematografer untuk sejumlah film,
seperti Djaoeh Dimata, Gadis Desa, Harta Karun, dan Tjitra.
Saat bekerja di sana Tera bertemu dengan Usmar Ismail yang merupakan sutradara Harta
Karun dan Tjitra. Ia bekerja di PERFINI pada tahun 1950-an dan
bekerja sama dengan sutradara Usmar Ismail.
Dalam Sinematografi Unsur-unsur yang harus
diperhatikan secara teliti dan cermat diantaranya yakni seperti. Unsur Utama yang
terdiri dari visual
gerak, audio, dan jalan cerita. Visual gerak berupa
lambang-lambang komunikasi visual yang disajikan dengan metode Fotografi.
Bentuk komunikasi tersebut dapat berupa tampilan visual secara verbal maupun
non verbal yang mengandung nilai estetik, artistik, maupun dramatik dalam
cerita. Audio, seiring dengan perkembangan zaman now audio berperan besar
untuk memperjelas maupun mempertegas pesan informasi maupun komunikasi yang
terkandung pada unsur visual dalam certia. Kemudian Jalan Cerita, suatu karya sinematografi relatif memiliki makna
yang universal dari berbagai kalangan penonton yang melihatnya serta jalan cerita juga terikat dan dibatasi oleh
keterbatasan waktu atau durasi film.
Selain unsur utama
terdapat juga Unsur Penunjang antara
lain seperti seting properti, dan efek. Seting
atau lingkungan tempat pengambilan gambar. Adalah tata ruangan yang
menjadi obyek visual untuk adegan yang menjadi penguat didalam jalan cerita
baik yang diambil secara alami ataupun didesain sedemikian rupa dari properti. Konfirmasiulang dengan sutradara dan penata fotografi menjadi jalur komunikasi yang
sangat penting dan efektif didalam menentukan dan menyediakan obyek dalam unsur
properti.
Properti dapat meliputi
kostum, makeup serta segala perlengkapan yang diperlukan pada cerita yang akan
direkam melalui kamera atau di luar frame kamera, termasuk segala peralatan dan
perlengkapan produksi yang diperlukan. Selain itu ada efek, meliputi efek gambar, suara, cahaya, transisi waktu, hingga
spesial efek yang didesain secara animasi melalui program komputer agar lebih
memberikan kesan dramatis pada cerita.
Nah gimana ?, apakah
informasi berikut dapat dimengerti atau gagal paham. Jika gagal paham monggo
baca ulang secara perlahan. Namun jika masih belum, luangkan waktu sejenak
untuk holiday atau tea time dan coffe time. Tapi jika sudah mendapatkan
gambaran tentang sinematografi, monggo dipelajari secara mendalam untuk menjadi
seorang sinematografer agar menambah warna di dalam dunia perfilman nusantara.
Comments
Post a Comment